Si Pensil Dan Si Penghapus

Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."

Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."

Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."

Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."



Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...

Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.

"Hingga saat ini...

Saya masih menjadi Si Pensil...
Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.

Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."

Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian...
READMORE
 

Buat kalian "COMIC"

Gue mau share beberapa highlights penting dari sharing session-nya Paul Ogata dan Rob Brown dalam workshop 14/10/11 :

"Tulis ide sebanyak-banyaknya yang muncul di kepala kalian, sebagai materi mentah, elaborasi yang panjang tidak masalah" - Rob Brown

"Setelah menemukan hal lucu dari ide, sebisa mungkin buat menjadi singkat dan padat. Try to get to the funny part faster" - Rob Brown

"Tidak pernah ada sejarahnya sebuah joke akan menjadi lucu dengan membuatnya bertele-tele.." - Rob Brown

"Tulis secara detail joke-mu dalam bentuk kata-kata. Setelah itu selalu berpikir untung edit/trim/potong" - Rob Brown

"Lihat dengan jelas kata per kata dalam joke-mu. Jika ada kata-kata yang dirasa tidak perlu, buang saja. Hapus." - Rob Brown

"Tapi hati-hati dalam menyunting joke. Jangan sampai menghilangkan kekuatan premise. Tujuan kita adalah mencapai 'lucu' lebih cepat"- Rob

"Itu kenapa twitter karakternya terbatas. Mau lucu di twitter, harus bisa singkat & padat. Twitter jadi tempat latihan yang ideal." – Rob

"Sangat penting bagi comic pemula untuk MEREKAM performance-nya sendiri dan evaluasi. Menggelikan memang, tapi membantu luar biasa" – Paul

"Kalian akan terkejut ketika sadar kalian mengeluarkan banyak kata-kata tidak penting seperti 'umm', 'err', atau mengulang2 premise" – Paul

"Setelah lihat rekaman diri sendiri, tulis apa yang kalian dengar dari mulut kalian sendiri. Edit lagi. Terutama 'um..', 'err..' itu" – Paul

"Semakin sering kalian melakukan ini, kalian akan hafal/ingat materi kalian dengan sendirinya. 3 keywords: Write, perform, re-write." – Paul

"Jangan selalu memikirkan untuk selalu punya materi baru, tapi pikirkan untuk punya materi BAGUS." - Rob Brown

"Jangan khawatir orang akan bosan mendengar materi yang sama. Jika kamu menjadi semakin baik, orang akan senang." – Rob

"Kamu harus bisa membuat orang berpikir, 'gila aku sudah mendengar joke ini berulang-ulang tapi tetap lucu!' – Rob

"Jika kamu menjadi semakin matang, orang bukan datang ke show-mu untuk materi-mu, tapi untuk-MU." - Rob Brown

"Malah bisa jadi mereka datang nonton kamu untuk mendengar joke favorit mereka yang mereka ingat dari kamu. Keren kan?" - Rob Brown

"Kita ini seniman, sama seperti rockstar. Gak ada kan orang pergi nonton konser band lalu teriak "Udah pernah denger lagu ini!"" – Rob

"Proses ini membuat materi akan tertanam di otak kalian. Sehingga jika dibawakan untuk kesekian kalinya, sudah seperti bernafas saja." – Rob

"Ya, itu yang membuat comics profesional dunia ketika tampil tidak terkesan menghafal. They sound UNREHEARSED because they REHEARSED!" – Paul

"Penting: jaga energi & antusiasme dalam menyampaikan materi. Bawakan materi yang sama seolah kamu menceritakannya untuk pertama kali" – Paul

Anggap penonton adalah teman-teman, dan kamu sedang "Eh denger nih! Gua punya sesuatu yang keren untuk kalian dengar!" – Paul

"Jangan goyah jika penonton hening. Kadang, mereka hening bukan karena kamu nge-bomb, tapi karena mereka benar-benar mendengarkan" – Rob

"Konsep joke adalah pematahan ekspektasi. Ada sesuatu yang mengejutkan di ujung premise.. ada 'twist'-nya" – Paul

"Jika premise-mu membuat orang berpikir sesuatu, tapi ternyata hal lucunya sudah bisa mereka duga, tidak akan terlalu efektif.." – Rob

"Bisa diakali. Jika kamu punya punchline bagus, buatlah satu set-up dalam premise yang sama, namun bisa menyembunyikan punchline itu," – Rob

"Jika di panggung terjadi hal spontan yang bisa dijadikan joke, syukurilah itu. Mungkin tuhan menikmati performancemu & berbaik hati" – Rob

"Ingat betul format kejadian-kejadian spontan ini. Mungkin bisa dimanfaatkan di kemudian hari jika ada hal serupa terjadi." – Paul

"Misal tadi malam, aku tanya satu penonton,dia mengaku bekerja di statistik. Aku bilang ke istrinya, "kamu pasti cemburu dengan kalkulator..

"Kusimpan itu. Jika suatu hari aku bertemu dgn seorang penonton pelukis, aku bisa bilang ke istrinya, "kamu pasti cemburu dengan cat" – Rob

"Terakhir. Bekerjasama lah dengan sesama comic. Saling bantu dan dukung. Work on things! Komedi tidak akan muncul dalam kesendirian." - Rob

Viva La Komtung !

READMORE
 

Beban Tapi Pasti Bisa (part 1)

Sumpah hari ini benar-benar hari yang melelahkan, NGANTUK + LELAH = CAPEK MAKSIMAL. Bayangkan dari bangun pagi sampe jam 1 dini hari gue belum tidur sama sekali. Sampai gue nulis di Blog ini gue masih pusing dengan tugas-tugas yang numpuk cyiiinn... Mulai dari tugas kelompok sampai tugas individu.
Tapi ini bakal menjadi pengalaman yang akan gue ingat sampai tua nanti. Pengalaman yang memberikan gue pelajaran bahwa hidup ini membutuhkan pengorbanan dan usaha. Apa yang loe inginkan gak akan selamanya bisa dengan mudah loe dapat sob. Ternyata semua itu harus disertai dengan usaha yang gak semudah kita bayangkan.
Semoga dengan berbicara di Blog ini, gue merasa mampu menumpahkan semua rasa lelah yang menguasai tubuh. Gak ada lagi beban yang terasa, dan gak ada lagi hari yang melelahkan untuk kedepannya. Mungkin apa yang gue tulis malam ini kurang begitu dapat loe pahami. Otak gue udah benar-benar kacau.... tulisan gue pun juga udah mulai ngaco.... hahaha. Tidur yaw... !!
READMORE
 

Knowing Yourself "MAHASISWA"

Menurut gue pribadi, "SUKSES" itu adalah:
  • Usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu indikator.
  • Sukses itu bersifat subyektif dan obyektif.
Kita sebagai Mahasiswa memandang pembelajaran bukan lagi sebagai sistem komunikasi dimana Dosen berbicara dan Mahasiswanya "HANYA" mendengarkan, namun kita harus dapat berpirir secara rasional bahwa kuliah adalah wadah untuk kita saling berdiskusi satu sama lain, dimana Dosen dan Mahasiswa itu memiliki kedudukan yang sama. Dosen berhak menegur Mahasiswa yang berbuat salah, begitu-pun sebaliknya dengan Mahasiswa. "Dosen yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Dosen bukan Dewa dan selalu benar, dan Mahasiswa bukan kerbau”.

Ciri-ciri Mahasiswa "SUKSES":
  1. Mempunyai tujuan dan cita-cita yang besar.
  2. Mempunyai keberanian untuk berbicara didepan umum.
  3. Mampu mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa.
  4. Berani Menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan.
Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita mempelajari kehidupan di dalam hidup. Dan yakinlah bahwa semua orang mamiliki hak yang sama untuk merasakan yang namanya kesuksesan.

READMORE
 

OpenMic #SELOsoSELO #7



READMORE
 

Set Up-Punchline

Set up & Punchline apaan sih? ini sekedar pemahaman tentang komedi. Sangat berguna buat teman-teman comic yang ingin mencoba open mic.

Dalam struktur lelucon tradisional, seorang komedian biasanya memulai dengan set-up atau punchline: "Seorang pria masuk ke sebuah bar, menangis seperti bebek ...", kemudian komedian membuat punchline itu menjadi lebih rinci: Si bartender bertanya, "Di mana kau menemukan si jelek tua ini?" Orang itu berkata, "Di toko Pet Store". Kemudian lelucon berakhir dengan sentuhan cerdas: Si bartender berkata, "Jadi sekarang Aku sedang berbicara dengan bebek?!" Dan biasanya bagian paling lucu dari lelucon tradisional itu terletak di akhir, dan harus dengan kata-kata yang menghasilkan banyak tawa dari para penonton.

Tidak semua lelucon memiliki kelucuan dalam arti klasik. Beberapa sketsa komedi hanya akan berakhir tiba-tiba, atau memudar menjadi hitam tanpa kesimpulan. Humor seringkali lebih bergantung pada aksi dan reaksi lucu komedian, bukan hanya sekedar "nge-Bacot" dengan kata-kata yang lucu saja.

Ini tips "Bagaimana cara menarik perhatian penonton?" sumber: TL @Alitt_Su


Untuk menarik perhatian audience, seorang comic seharusnya melakukan hal-hal berikut :

1. Siapkan joke "one-liner" yg punchlinenya kenceng untuk pembukaan. Dengan gitu, audience bakal interest buat nunggu joke berikutnya.

2. Buat interaksi dengan audience. Bisa dengan digoda, disapa, atau ditanya. Biar audience yg tadinya gak meratiin, jadi tertarik.

3. Gesture juga sangat mempengaruhi perform elo. Nggak usah canggung atau malu, coz when you're on stage, you're no longer you.

4. Misal loe bikin naskah, strukturnya dibikin kayak gini deh: Joke pendek-joke agak pendek-agak panjang-panjang-pendek-end!

5. sebagian comic, masih enggan make struktur "Set up-Punchline" di joke-nya. padahal tanpa itu, jadinya bakal kayak curhat doank.

Tambahan dari Gue (berdasarkan pengalaman) @EbzanOktavio :

  • Open mic itu justru untuk uji coba. Comic yang naik pun rata-rata materinya masih mentah dan plain banget. Jadi, kalo garing itu wajar hehe :p
  • Open mic membantu buat tau mana joke yang efektif buat audiens mana yang tidak. Yang efektif di develop lagi dan di re-write :)
  • Komedian harus belajar untuk disiplin --> Atittude. Waktu, materi, kebersamaan, kejujuran, ketulusan, dll. Jangan hanya pikirkan diri sendiri.
  • Open mic apaan sih? ini buat jajal manggung dan materi buat para comic. Sering disebut juga Amateur's Night.
  • Buat yang pengen jadi stand up comic atau sekedar coba-coba, datanglah ke open mic. Gratis, modal nyali dan materi :D

Semoga post gue kali ini bermanfaat untuk kalian yang akan mencoba menjajal Open mic untuk pertama kalinya.


Info: Dibuka pendaftaran openmic & jenis komedi lain (reg. Jogja) utk #SELOsoSELO #7 11/10/11 9pm @geronimocafe free!! lebih lanjut follow twitter @standupindojgj (atau bisa langsung daftar di TKP). Ditunggu partisipasi Anda. Viva la komtung!!

READMORE
 

Hidup Adalah Soal Keberanian

Hari ini kegelisahan membawaku pada zona ketidaknyamanan dalam hidup. Tepat pukul 5 pagi... dimana matahari mulai menampakkan pesona cahayanya, burung-burung betina pun mulai terlihat sibuk kesana-kemari berterbangan mencari makanan untuk anak-anaknya. Dan Aku? masih "mati" di atas kasur. Ketiadaan dirinya membuatku semakin terpuruk dalam ketakutan. Bagai tersayat-sayat dalam kesendirian hidup, Aku pun mencoba menjalani hari ini dengan "keberanian". Aku tak mau jadi pohon bambu, Aku mau jadi pohon oak yang berani menentang angin. Kita tidak akan pernah menjadi dewasa jika tidak pernah mengalami benturan. Bagaimana kita mampu melewati tembok itulah yang nantinya akan membuat kita mampu lebih bijak dalam melangkah dan menentukan sikap di masa yang akan datang.

READMORE